Di tingkat global, sebagian negara sudah mengalami tren penurunan kasus Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, perbedaan pendapat terkait status pandemi Covid-19 saat ini perlu ditelaah lebih lanjut berdasarkan data kondisi Covid-19 di berbagai negara. Hal ini diperlukan untuk mengukur kesiapan menuju akhir dari pandemi.


Jika dilihat di tingkat global, lanjut Wiku, sebagian besar negara sudah mengalami penurunan kasus dalam waktu yang cukup lama. Seperti di Jerman dan Italia di mana kasusnya sudah turun selama 2 bulan sejak puncak kasus terakhir.


“Amerika dan Kanada dan India kasusnya cenderung stabil setelah awal tahun dan Inggris sempat mengalami kenaikan di Maret namun terus menurun setelahnya. Di negara tetangga Indonesia sendiri yaitu Malaysia sudah 6 bulan sejak puncak kasus terakhir. Sedangkan Australia dan Singapura sudah 2 bulan sejak kenaikan terakhirnya,” kata Wiku saat konferensi pers, dikutip pada Jumat (23/9/2022).


Sementara Korea Selatan dan Jepang baru saja pulih dari puncak kasusnya pada Agustus lalu. Kendati demikian, masih terdapat beberapa negara yang mengalami kenaikan kasus, seperti di Rusia, Prancis, dan Austria. Ketiga negara tersebut mengalami kenaikan kasus mingguan. Rusia mengalami kenaikan kasus sejak Juli lalu, sedangkan Prancis dan Austria baru mengalami kenaikan pada bulan ini.


“Keadaan ini menjadi bukti bahwa kondisi Covid-19 yang dihadapi oleh berbagai negara berbeda-beda,” ujarnya.


Di Indonesia sendiri, kata Wiku, kondisi pandemi sudah stabil sejak puncak terakhirnya pada Maret lalu akibat varian Omicron. Kemudian Indonesia sempat mengalami kenaikan kasus di Agustus kemarin, namun angkanya tidak signifikan.


Selain itu, Satgas juga mencatat kasus aktif dan positivity rate terus mengalami penurunan. Sedangkan BOR nasional juga stabil di angka 5 persen. Meski demikian, pemerintah masih harus berupaya keras menurunkan angka kematian yang masih cukup banyak.


“Kematian yang masih perlu untuk segera ditekan semaksimal mungkin karena saat ini masih mencatatkan lebih dari 100 kematian dalam satu minggu. Angka tersebut terbilang cukup banyak karena kematian tidak hanya sekedar angka namun berarti nyawa,” kata Wiku.


 





Source link